Tuesday, March 8, 2016

Kubikel 1.5x1.5 meter.

Tempat itu hanya sebuah kubikel dengan ukuran tidak lebih dari 1,5 x 1,5 meter, tapi sudah cukup membuat setiap orang menghabiskan nyaris separuh usia produktif mereka di sana. Tidak sadarkah orang-orang itu ada tempat tak kalah sempitnya yang menanti mereka menghabiskan 2 kali, 3 kali, entah berapa kali usia mereka? Liang kubur. Hehehe.

Kubikel Kantor

Lacinya yang terbuka, barang-barang yang berserakan di atas dan di bawah meja adalah tanda-tanda kehidupan penghuninya, kehidupan yang hampa!

Ruangan itu (layakkah itu disebut ruangan?) hanya berukuran 1,5 x 1,5 meter tapi pemiliknya betah sekali di sana dan mengorbankan tempat seluas lapangan bola yang harusnya lebih sering mereka datangi untuk menemani anak bermain. Taman. 

Bagaimana mungkin tempat sesempit itu membuat betah, padahal ada tempat yang begitu lapang serta hangat menanti pulang? Rumah.

Kadang saya kurang paham bagaimana dunia bekerja saat ini. Masa muda, semangat, energi-energi positif terserap habis hingga tak berhingga di sela-sela kubikel, di sela-sela keyboard komputer, di sela-sela laci serta tumpukan dokumen sehingga membuat benda-benda itu terasa lebih hidup dibandingkan pemiliknya.

Lalu apa yang dibawa pemiliknya pulang ke rumah? Hanya seonggok daging tanpa energi positif lagi. Sebab energi positif itu sudah tertinggal di kubikel. Hanya menyisakan otak yang kekurangan oksigen, otot yang kekurangan oksigen dan juga jangan lupa kantung di bawah mata.

Bagai magnet, tempat bernama kubikel itu menarik segala yang di dekatnya, yang ada di luar gedung kantor sekalipun. Merayu-rayu untuk ditempati. 

"Aku adalah segala yang kau butuhkan untuk hidup di dunia ini," Kadang-kadang ketika malam merangkak larut dan kantor beranjak sunyi, kubikel itu seolah bernyawa dan menghadirkan suasana magis.

"Tak usah kau khawatirkan keluargamu, belikan saja kebahagiaan mereka dengan gaji dan bonusmu. Di masa sekarang ini tidak ada yang tidak bisa dibeli dengan uang."

Pegawai yang tinggal hingga larut malam mendekam dalam kubikel pastilah telah terbujuk rayunya. Pegawai itu akan meninggalkan kubikel dengan berat hati karena urusannya belum tuntas dan berharap pagi segera datang agar Ia bisa kembali berjumpa dengan kubikel 1,5x1,5 meter-nya itu.

Begitu seterusnya yang terjadi selama 1 putaran matahari, 2 kali,3 kali, hingga tanpa sadar telah 55 kali putaran matahari. Lama sekali. Namun dia tak sadar.

Kubikel yang tampak diam, kaku, tak bernyawa sesungguhnya mereka kejam, sadis, brutal. Mereka mengihsap apa saja yang ada di dekatnya. Termasuk kebahagiaan dan masa muda, tanpa menyisakan sedikitpun padamu.

Jauhilah kubikelmu sekarang juga. Atau kalau tidak sekarang, jauhilah kubikelmu sesegera mungkin! 

NB : Tulisan ini untuk menjawab tantangan ODOP minggu ke-2 yaitu deskripsi ruangan. Apakah sudah cukup deskriptif?

#OneDayOnePost

10 comments:

  1. Replies
    1. Terimakasih atas kunjungannya mbak Nindy..:))

      Delete
  2. Mb kursinya kok nggak ada? *gagal fokus* :v

    ReplyDelete
  3. bagus, aku suka kaliamat terakhirnya mbak. itu seperti kalimat motivasi ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahahah. Itu hasutan untuk meninggalkan pola kerja yang tidak sehat sehingga menggagung kehidupan kita Dan keluarga.(asikk)

      Delete
  4. Kukira itu ruang kantornya mbak sabrin, hehe

    ReplyDelete
  5. Bener2 suara hati emak2 karir. Toss mak. A good point mak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Suara hati saya bangett mbak Hidayati...hijz..hikzzz

      Delete