Monday, October 6, 2014

Racun


Kata - kata yang memendek.
Bibir yang mengatup.
Hening yang membantu.
Ah, kadang aku merasa kau brengsek!

Aku hanya ingin membebaskan gagasan
Yang terbenam begitu jauh tanpa harapan.
Dan aku inginkan kau ada mengulas senyuman
Bukannya memandang sinis dengan tatap bosan.

Tahukah kau waktu tak pernah berhenti sedetikpun?
Baik waktuku dan waktumu.
Tapi masihkah kau berniat memberiku racun?
Racun hidup yang membuat otak dan sendiku kaku.

Bebaskan!
Bebaskan dirimu dari beban sehingga kau bisa membebaskanku!
Enyahkan!
Segala aral yang menghalau jalan ku, jalan mu!

Kadang kulelah berbaring tanpa tubuhmu di sampingku.
Kadang sempit menghimpit kala kedua bola matamu menghujam wajahku.
Kadang kubutuh spasi yang lebih panjang menikmati ketiadaanmu.
Tapi lebih sering kurapuh memikirkan ketidakhadiranmu.

Tapi bibir merahmu masih saja mengatup.
Kutahu hatimu bergemuruh.
Ada gelisah yang ingin kau bunuh.
Sendirian. Sebab memang aku tak mampu.

Selamatkan dulu dirimu.
Lalu raih tanganku sebelum aku tenggelam dalam kubangan racun yang sering kau hadirkan tanpa sepengetahuanku.


Manado, 06 oktober 2014.
3.14 WITA


Tuesday, September 23, 2014

kehilangan Bang Toyyib dan Kehamilan 8 Minggu

Hello...

Sudah berapa abad saya ga nulis?
Ada yang merindukan saya?

Seperti judul postingan ini, yap! Kucing liar kesayangan saya dan mama saya "bang toyyib" raib entah kemana. Kejadiannya kayaknya sebelum bulan puasa. Sedih tak terkira. Airmata bercucuran. Tak pernah terbayangkan kehilangan bang toyyib bisa sesakit itu. Lama baru bisa move on.

Kepergian bang toyyib tetap menjadi misteri hingga kini, apakah dia membuntuti kucing betina dan akhirnya tersesat, ataukah ditabrak mobil, ataukah luka parah karena berkelahi di suatu tempat dan akhirnya mati? Apa jangan-jangan jadi santapan para pemburu daging kucing?#serius! Disekitar  kawasan rumah saya banyak yang suka makan daging kucing.

Tapi, di balik semua kesedihan itu saya akhirnya mendapat ganti bang toyyib. Seekor kucing persia berusia 7 bulan yang saya beli di salah satu online pet shop. Mengenai kucing gembul nan manja itu mungkin akan saya tuliskan di postingan tersendiri. Beserta foto - foto nya.

Dan karena saya mengetik ini di meja kantor saya, dimana bos saya sedang berkeliaran mondar-mandir mengontrol anak buahnya, maka saya akan mempersingkat saja.

Oke. What next? I'm pregnant! Yeyyy... bahagiakah? Entahlah. Sata muntah-muntah akut. Tidak nafsu makan apapun kecuali coklat dan es krim. Wajah berantakan karna timbul jerawat dan flek-flek. Saya harap segala morning sickness (maupun moonlight sickness) ini segera berlalu dan nafsu makan segera kembali. Hik..hik..

Ada update apa lagi?
Saya coba-coba daftar cpns di kemenkeu tapi karna ijazah asli ditahan kantor sementara untuk verifikasi berkas butuh ijazah asli, maka saya ga melanjutkan proses seleksi itu. Oke, gapapa. Berarti belum rejeki.

Dan... sekian saja lah...

Bubye..

Monday, June 2, 2014

Too Tired To Write

Hello reader,

Ini sudah bulan Juni 2014. Sangat tidak terasa. Waktu berlalu begitu cepat sejak postingan terakhir. Apa yang terjadi? banyak! sampai begitu lelah untuk dituliskan.

Drama rumah tangga#ceileh. Berjibaku dengan kantor dan seisinya. Jualan beras.
Untuk yang terahir saya benar-benar melakukannya. Itu bisnis suami sih tapi sayapun harus turut merintis demi terbebas dari perbudakan perusahaan. Kapan kaya kalau kerja di perusahaan terus?

Menulis bagaimana? tentu saja banyak ide beterbangan. Tapi sepertinya 24 jam sehari dan 7 hari seminggu tidak pernah cukup untuk disisihkan demi menulis.

Tapi saya tetap bertekad untuk menyelesaikan proyek menulis bersama Kunca yang kian hari kian terpending. Harus selesai demi menggapai nilai diri yang lebih baik. heheh.

Saya sangat lelah hari ini, karena minggu lalu meskipun banyak tanggal merah tapi tanggal merahnya di akhir bulan dimana setiap saya yang bekerja di unit kredit di salah satu bank pemerintah tetap musti menjalani lembur, bahkan ketika hari sabtu pun harus nagih ke luar kota meninggalkan suami sendirian di rumah (nggak sendirian juga sih, ada mama papa).

Too much to write. Too tired to write.

Tuesday, January 21, 2014

Hidup : Tentang Sebuah Perjalanan

Dulu saya adalah seorang traveller. Sejak lahir saya adalah traveller.

Saya tidak hendak bilang kalau sekarang saya bukan lagi traveller. Tapi entah kenapa rutinitas (sebagai banker di salah satu perbankan pemerintah) dan status sebagai istri dari seseorang membuat sisi traveller saya itu sedang berhibernasi.

Saya juga tidak hendak bilang kalau perubahan 'marital status' di KTP mu itu secara drastis juga akan merubah gaya hidupmu, tapi untuk kasus saya, si ganteng (suami saya) sangat khawatir kalau saya kemana-mana tanpa dia. Lebih khawatir daripada orangtua saya.

Hari ini, Berdasarkan saran kunca saya membaca sebuah thumbler milik Windy. Penulisnya adalah seorang traveller dan juga seorang editor. Kalian bisa baca tulisannya di sini. Intinya, dia sanggup mengorbankan apapun untuk impian-impian dan pencapaian pribadinya. Pesan yang saya dapat setelah membaca beberapa tulisannya adalah :

1. Kejar dan kerjakanlah mimpi-mimpimu. Karena kata windy mimpi tanpa aksi hanya menciptakan ilusi.

2. Kerjakan sekarang. Jangan urung karena takut. Sebab di masa datang, yang paling banyak kamu sesali adalah hal-hal yang TIDAK kamu kerjakan dibanding hal-hal yang kamu kerjakan.

Berangkat dari sebuah tumblr dan sedikit perbincangan dengan teman kantor di dalam mobil ketika sedang mengunjungi nasabah, maka jiwa travellerku sepertinya mulai terjaga dari hibernasi panjang. Mungkin saya tidak bisa segila Windy yang rela mengundurkan diri dari pekerjaannya jika permohonan cuti 35 hari tidak dikabulkan, atau mungkin saya juga belum seberani Windy yang telah melanglangbuana hingga ke pelosok-pelosok maroko dan seoul. Tapi setidaknya saya pernah melakukan perjalan 3 hari 2 malam Makassar-Jakarta-Bandung-Semarang-Jakarta-Manado dengan hanya berbekal duit 1,5 Juta dari hasil bongkar celengan semasa kuliah dulu.
Menyenangkan!


Foto dan catatan perjalanan 3 hari 2 malam


Kediri-Jogja-Bali (di lain kesempatan)

Memang benar, di lain kesempatan ketika masih berkuliah dulu saya juga pernah menghabiskan liburam semester ala backpacker (sambil belajar bahasa inggris) di kampung inggris-Pare, Kediri. Dilanjutkan dengan menyelinap ke Jogja dan menyebrang ke Bali.

Seperti yang saya katakan, sejak lahir saya sudah terbiasa berpindah-pindah dan melakukan perjalanan. Akan saya uraikan seperti ini :

1. Lahir di Lamongan,Jawa Timur.
2. Bersekolah sampai kelas 2 SD di Aileu Timor-Timur.
3.Bersekolah sampai kelas 4 SD di Dili, Timor-Timur.
4.Transit di Ambon saat menuju ke Manado tahun 1999.
5. Bersekolah sampai kelas 3 SMA di Manado.
6. Kuliah 4 tahun di Makassar.
7. KKN 2 bulan di Pinrang.
8. Magang 6 bulan di Sorowako.
9. Pelatihan 2 bulan di Jakarta.

Di antara perjalanan-perjalan hidup yang memang harus saya tempuh itu, saya pun bepergian ke tempat-tempat lain atas dasar sukarela (hahahah)
- Ke rumah nenek dan keluarga besar di gresik, nganjuk dan lamongan.

-Mengikuti kegiatan kemahasiswaan di Maros, Pangkep, Soppeng,Malino bahkan pulau Baranglompo sampai-sampai senior bosan liat muka saya. Mau bagaimana lagi? Saya hoby jalan. Dan dengan ikut kegiatan mahasiswa, perjalanan saya dibayarin alias gratis.

-Menghabiskan 3 idul adha berturut-turut di Pangkep, Palopo dan gowa serta Takalar.

-Perjalan 3 hari 2 malam Jakarta-Bandung-Semarang.

-Backpacker 2 Minggu Kediri-Jogja-Bali. Perginya naik kapal dari makassar. Baliknya naik pesawat  karna nggak tahan ombak. Hahahah

-Nyasar ke bogor sewaktu pelatihan di Jakarta.

Saya pernah kemana lagi? Sementara baru itu dulu yang saya ingat.

Semoga lain kali saya bisa melanglangbuana lebih jauh lagi. Bersama si ganteng tentu saja. :D

Nanti, ketika rutinitas saya adalah sebagai penulis bukannya banker.


Saturday, January 4, 2014

Resolusi 2014!

Sabtu. Hujan. Malas

Tidak terasa sudah tahun 2014. Kemana saja saya selama ini? tidak menghasilkan karya. Tidak berprestasi pula. Cenderung bermalas-malasan. Malas menulis, malas membaca, malas mengaji. heheheh.

Kemarin si ganteng (suami saya-red) ke Manado, tapi balik lagi ke Makassar sebelum tahun baru. Walhasil saya tahun baruannya di kasur sambil ngorok. Lagian emang masih jaman ya tahun baru bakar-bakar duit (baca : mainan petasan)? Mending duitnya di tabung buat naik haji. :D


Oh, ya. adik semata wayang saya liburan smester di Manado. Dia pulang dua hari lalu membawa stik keju kartika sari, kripik karuhun dan sebuah buku yang sedang saya berusaha lahap berjudul "Muhammad-Lelaki Penggenggam Hujan" yang nulis Tasaro GK. Saya rada-rada familiar deh sama namanya entah dimana. Tapi yang jelas bukunya amazing, fantastis, bombastis. Ini biografi nabi Muhammd yang dikemas sedemikian elok sehingga membacanya seperti membca novel fantasi Harry Potter. Yang lebih istimewa, Harry Potter hanya khayalan, yang ini nyata!

Yup! Tasaro sangat jenius mengemas biografi ini dalam bentuk novel. Semangat menulis saya yang mati suri membuncah seketika. Mungkin saya akan meresensinya kapan-kapan.


Selain daripada itu, Kunca sahabat saya juga merekomendasikan sebuah blog penulis yang lagi in sekarang. kata Kunca sih lagi hip, tapi ko' saya baru tau ya tentang dia. Kemana aja saya selama ini? inilah efek dari malas ngapa-ngapain selama ini. hufft..


Cekidot blognya Anggun-si penulis yang lagi in di www.mbakanggun.blogspot.com . Tanpa berpikir panjang saya langsung follow blog-nya. heheh

eh, lantas mana resolusi 2014 nya?

Oke.. Here we go :

1. Menerbitkan tulisan (termasuk di dalamnya menyelesaikan 'stiletto project')
2. Punya anak
3. Punya pekerjaan yang lebih 'manusiawi'
4. Tinggal serumah sama suami
5. Jalan-jalan ke luar negeri
6. Punya usaha sendiri.
7. Kembali ikut mentoring
8. Les bahasa asing
9. Berat badan 50 kg. :P

* diurut bukan berdasarkan prioritas. 

Yep, resolusinya terlalu umum dan tidak spesifik.

Haduh. Daripada sibuk berseolusi lebih baik langsung dijalani sebisanya saja. heheheh