Friday, March 11, 2016

Bermimpilah, lalu bangun dan wujudkanlah!


"Tanpa mimpi, manusia hanyalah seonggok daging yang memiliki nama" - 5 cm.

Gambar dari Google Image

Ketika membuka laman Facebook, di beranda saya muncul postingan seorang adik tingkat jaman kuliah yang meng-upload pengumuman kelulusannya atas beasiswa LPDP ke luar negri. Tidak tanggung-tanggung, dia akan menghabiskan 2 tahun ke depan untuk kuliah di 3 universitas yang berbeda di Eropa. Spanyol, Latvia, dan Jerman. Magister untuk bidang yang tidak jauh-jauh dari Teknik Industri (saya lupa.hehhe)

Congratulations, dear Jeanny. Nama adik tingkat saya itu Jeanne Svensky Ligte. Blasteran Manado,Belanda,Makassar. Bagi yang penasaran bisa search fb nya dengan nama tersebut. 

Atas postingan kelulusannya itu sayapun turut bahagia. Secara personal, saya tidak begitu akrab dengan Jeanny, namun karena berteman di fb, saya jadi tahu perjuangannya mengejar impian untuk tinggal di Eropa. Kalau tidak salah dia pernah berkata "Ada banyak cara bisa tinggal gratis di Eropa, selain dengan menikahi warga sana, bisa juga dengan beasiswa sekolah di sana." 
Dia menginginkannya, dan dia mewujudkannya. 

Mimpi. Hanya akan menjadi mimpi jika kita tidak bangun dan bergerak. Bukan hal sepele yang telah dikorbankan Jeanny untuk meraih impiannya ini. Dia meninggalkan karir cemerlangnya, yang mungkin saja menjadi impian orang lain, di Freeport demi fokus pada seleksi beasiswa LPDP. Via chatting, dia bilang ke saya sudah resign untuk fokus memperdalam IELTS. Ketika itu saya bertanya apakah dia sudah lulus sehingga resign dari pekerjaannya? Dia menjawab belum dan saya mnyimpulkan dia telah melakukan pilihan yang sangat berisiko. 

Namun bagi Jeanny, resign dari perusahaan sebergengsi Freeport adalah pilihan yang harus diambil untuk mencapai impian yang lebih besar. Tinggal di Eropa. Pilihannya memang sangat berisiko, untuk itu gagal bukanlah opsi.

Jeanny takes her dream to the next level. Saat orang lain, ketika lulus kuliah bermimpi untuk hidup nyaman dengan penghasilan besar dan bekerja di perusahaan ternama, ia malah melepas semua kenyamanan itu dan bergerak lekas menjemput impiannya yang lain. 

Saya salut.

Apa mimpi saya? Sudahkah saya bekerja untuk menjemput mimpi saya? Lalu, apakah yang saya kerjakan sudah sekuat tenaga? 

Sesungguhnya hasil tidak pernah mengkhianati proses. Untuk itu bermimpilah setinggi apapu! Lalu bangun dan bergerak lah menjemput mimpi itu!

Sekali lagi, congratulations Jean..kamu sangat menginspirasi.

#OneDayOnePost

2 comments:

  1. Replies
    1. Kamu mau keliling Eropa juga???? Lulus SMP dulu....hehehe. Tapi jangan lama2 nanti peta dunia di kamarmu terlanjur lusuh dan tidak bisa dibaca. :D

      Delete