Sunday, October 6, 2013

Marriage : Being Somebody's Wife

Holaaaa...

Menulis ini di H+29 pernikahan saya. Itu artinya status sudah berubah. Seperti judul postingan ini. Berubah menjadi istri dari seseorang.

Banyak yang bertanya bagaimana rasanya mejadi istri, bahkan sahabat-sahabat cewek juga cukup berani bertanya bagaimana rasanya malam pertama. Oh No!! saya tidak akan pernah membahas sedikitpun mengenai malam pertama yang kata si Ical (suami saya-red) adalah malam yang penuh kenangan buruk bagi dia. Hahahahahha Biarlah kenangan itu kami saja yang simpan. wkwkwk.

Mulanya saya berpikir, Menjadi istri seseorang akan menakjubkan, sekaligus membahagiakan, sekaligus menyedihkan. Ya, menyedihkan. 1 minggu sebelum perhelatan akbar (halah...) pesta pernikahan saya digelar, muncullah kegalauan di benak saya. Kontroversi hati saya lebih memilih tetap menjadi anak gadis papa mama, namun apa boleh buat, kudeta cinta si ical membuat saya yakin untuk mengarungi bahtera rumah tangga ini meski labil ekonomi masih dipertanyakan. Semoga kelak pernikahan ini tidak mempersuram jati diri saya. #Berbicara ala Vicky Prasetyo..hahahahha.

Tapi serius, di hari-hari menjelang pernikahan saya sempat ragu, ragu sama diri saya sendiri, ragu dengan calon suami, ragu dengan keadaan kami, ragu dengan keberlangsungan rumah tangga kami nantinya. Tapi Insya Allah, semua keraguan itu akan tertepis tepat setelah ijab kabul terucap.heheh. Jadi segeralah menikah wahai pemuda-pemudi sekalian!!!!

Behubung bulan September itu dipenuhi dengan segala macam tetek bengek pernikahan, usaha diet biar gaun penganting pas, dikejar deadline ekspansi di kantor, sibuk memperkenalkan diri dan memperkenalkan Ical ke keluarga besar kami, maka sama sekali tidak sempat posting apapun (Sebenarnya ini cuma pembenaran dari kemalasan menulis yang sedang menimpa saya. hahahah)..

Oke, sebenarnya ini semua tentang apa sih? ini semua tentang pernikahan itu sendiri tentu saja. Intinya setelah hampir sebulan ini menikah, tidak ada perubahan yang signifikan terhadap saya kecuali bertambah satu lagi sumber pendapatan bulanan. wkwkwkwk. Saya tetap bisa menjadi anak papa mama, berhubung masih harus LDR dengan si suami saya masih merasakan kebebasan hang out sama teman-tema kantor dan teman-teman SMA, masih punya mimpi-mimpi yang ingin saya kejar. Mimpinya ketambahan satu! Punya anak. hehheh.

Berikut ini foto-foto pra dan pasca wedding. Seluruh rangkaian Wedding di selenggaakan di kampung halaman saya Manado, kecuali sesi foto prewed yang di ambil di Studio Violet Makassar untuk indoor nya dan di kawasan losari Makassar untuk out door nya. Lets enjoyyy :D


Indoor Prewed by Violet Studio


outdoor prewed (Original Photoshot by SST Imha dan Bu haji :D)



undangan


Souvenir


Souvenir ini original made by Kunca. who Is she? Dia itu sahabat dengan tingkat kreativitas tinggi yang pernah saya ceritakan di sini. You also can find her in www.beatifulsunflo.blogspot.com. Souvenir ini murah meriah! kalo mau pesan souvenir seperti ini, atau soovenir wedding dengan model yang sesuai selera bisa menghubungi saya atau si Kunca nya langsung. #promosi! hahaha

unfinished wedding ring. (Original made by ical's big brother in law)


Yup, jadinya iparnya ical adalah pengrajin emas. kenapa unfinished? karena salah estimasi waktu pembuatan. jadinya pas hari H kemarin cincnnya baru sekitar 90% jadi. Rencananya sih mau di finish kan dalam waktu dekat ini. hahahha

Acara pagi selesai akad nikah. FYI, ini baju adat bugis




Resepsi Malam di Den Haag Convention Hall


Bersama Sista Sista Turbin dan Broder Broder Turbin


Masih bersama sista sista dan broder muhlis :D



Ini Santustya Karunika. Soulsister yang bela-belain datang dari Singapur demi wedding ini. Yeyyy..!!



Ini teman-teman SMA. Thanks for Coming.. Heart you soooo...:*




Thanks to Allah yang telah membiat segalanya indah dan lancar hingga detik ini.
Thanks to papa, mama, Yono untuk segala kasih sayang dan cinta selama ini
Thanks to Ical, the man in my life
Thanks to SST, BBT atas persahabat yang luar biasa dan kesediaannya terbang jauh jauh dari segenap penjuru Indonesia Raya (Makassar dan Kalimantan) demi pernikahan saya. Hikss...
Thanks to teman2  SD,SMP dan SMA yang banyak dan tidak bisa disebutkan satu persatu.

I LOVE YOU ALL SO MUCH.

Thanksfor being wonderful in my life!


Saturday, August 17, 2013

Berburu Kosmetik Halal Part 2

eng..ing..eng..

Mengingat banyaknya peminat postingan Berburu Kosmetik Halal Part #1 (Halaaaah, gaya bangett!), maka saya memutuskan untuk kembali menulis lanjutan dari perburuan saya. heheh

Hey, saya menyempatkan menulis ini di tengah-tengah kesibukan dan kegalauan mempersiapkan pernikahan yang tinggal hitungan hari saja (ini curhat) dan juga kesibukan berburu calon debitur demi target booking 2,5 M per bulan (ini kenyataan. hikzz)

Oke, kita tidak usah berlama-lama mengintro.

Lets cekidot.

Anyway, sebanarnya saya masih punya struk harga barang-barang yang akan saya review di bawah ini, tapi berhubung struk harganya entah dimana dan saya malas nyari (alasan terusss) jadinya ya sudah...ga usah ada info harga produknya. Lagian produk-produk yang akan saya review ini adalah produk-produk berlabel halal dengan harga miring. Buktinya saya bisa beli. hohoho...

1. Lulur Mandi Purbasari.

Saya senang sekali melihat ada label halal di kemasan lulur ini. Sorak-sorak bergembiralah pokoknya. Selain harganya murah, lulur ini juga sudah familiar buat saya sejak jaman kuliah tempo dulu. Saya memang pengguna setia lulur mandi purbasari sebelum akhirnya berpindah ke lain hati ke Lulur Susu Kambing (saya lupa nama kerennya apa) yang menurut saya memberikan hasil yang lebih maksimal. Namun karena belakangan ini saya lagi getol-getolnya berburu kosmetik halal, maka dari itu saya mendepak si lulur susu kambing itu dari kamar mandi. Habisnya ga da label halal sih. Dan ketika mencari-cari kira-kira bisa beralih ke lulur yang mana, saya temukanlah si Purbasari ini plus dengan label halalnya. Asoooyyy. Langsung saya masukin keranjang belanja.

Lulur Mandi Purbasari
Label halal tercantum di tutupnya. Segala varian lulur ini sudah berlabel halal. Bagaimana efeknya di kulitku? yah, ga begitu signifikan sih.. soalnya kulit saya kan gelap luar biasa. hahah. Tapi ketika badan letih, lesu dan tak bertenaga (Halah) saya sangat merekomendasikan memakai lulur ini sebelum mandi. Setelah di pakai di seluruh badan sembari meijat-mijat bagian tubuh yang lelah, langkah selanjutnya adalah mandi kemudian tidur. Bangun tidur dijamin fresh lagi. Insya Allah. :)


2. Jhonson's Baby Lotion

Selayaknya sabun Jhonson saya saya ulas di Postingan sebelumnya, lotion ini pun terdapat label halal di kemasannya. So, jangan takut dan jangan ragu.. Wangi varian lotion jhonson juga menggugah selera (eh?). Teksturnya ga lengket-lengket amat, ga cair-cair amat. Pokoknya pas.

Jhonson's Baby Lotion

3. Wardah Lightening Body Lotion

Kalo ini ga perlu dibahas lagi panjang lebar kan ya? secara Wardah adalah pelopor kosmetik halal di Indonesia. Kenapa saya membeli Wardah padahal sudah membeli Jhonson? Itu karena (kalo ga salah) Wardah punya kandungan sunscreen dan sepertinya Jhonson-karena dia notabene adalah lotion bayi, tidak memiliki kandungan serupa. Jadi ketika habis mandi di pagi hari di hari kerja saya biasanya pake Wardah. Kalau lagi libur dan di rumah saja, saya pake Jhonson. Hahahah. (Hal ini tidak untuk ditiru yee)

Wardah Lightening Body Lotion

4. Produk Viva.

Viva adalah salah satu produk yang saya suka. Selain harganya terjangkau Variannya seperti Skin Food Cream  dan Milk Cleanser sudah tumbuh besar bersama saya. Heheheh. Saya pernah baca artikel yang menyebutkan seluruh produk Viva halal (lupa artikelnya apa). Waktu ke toko pun banner-banner produk viva disertai logo halal. Tapi sampai perburuan terakhir, saya belum melihat logo halal di kemasan kosmetiknya sendiri. :( Anyone kalo ada yang punya info akurat mengenai kehalalan viva silahkan jangan ragu-ragu di share. 


Keep Beauty, stay Syar'i :))

Friday, August 16, 2013

When Me Getting Married :(:


Picture was teken from here


Menulis ini di H-21 sebelum ijab kabul terucap, sebelum  meja panjang digelar, sebelum sebuah benda melingkar di jari manis.(Insya Allah)

Tidak terbayangkan ini akan terjadi pada saya.

Tidak terbayangkan bagaimana dan apa yang harus saya lakukan setelah menyadang status "Istri". Dulu saya sangat memimpikan status itu. Dulu sekali saat masih SMA hingga kuliah. Entah kenapa menikah muda menjadi salah satu cita-cita saya.

Lalu kemudian bulan Mei 2013 seorang pria bodoh datang ke rumah saya di Manado, bertemu dengan ayah saya, tentu saja setelah hampir dua jam saya tenangkan karena katanya nafasnya nyaris berhenti hanya demi membayangkan berhadapan wajah dengan ayah saya.

Pri bodoh itu masuk, memberi salam, memperkenalkan diri, menceritakan tentang bagaimana ia ingin menikah di usia 25 tahun mencontoh Rasul. Pria bodoh itu kini telah dengan tegas meminta Ayah saya memutuskan tanggal pernikahan kami.

7 September 2013 Insya Allah. Itu 21 hari lagi dari sekarang.....

Pria Bodoh itu kecewa "Kenapa tidak lebih cepat?" Katanya saat itu.

Lalu cobaan demi cobaan mulai datang silih berganti. Kata sahabat saya berniat baik memang banyak rintangannya.

Orang tua saya berbahagia, teman-teman bersorak demi mengetahui pernikahan saya sebentar lagi.

Namun yang terjadi pada saya adalah sebaliknya. Cobaan yang silih berganti itu memudarkan kebahagiaan yang harusnya saya rasakan.

Pekerjaan di Bank yang menyita waktupun membuat saya menomor duakan masalah pernikahan.

Tuhan, tanamkan azzam dalam hatiku untuk meniti perintahmu.

Pria bodoh itu bukan pria terbaik yang saya kenal dalam hidup saya, bukan pria terpintar, bukan pria terkaya. Ia hanya seorang pria bodoh. Yang begitu bodoh mau datang ke rumah menemui ayah saya, yang begitu bodoh mau tetap bertahan dan memperjuangkan rencana pernikahan ini di tengah segala cobaan yang menimpa kami, yang begitu bodoh mau saja mendengar segal sungut dan keluhan saya tanpa sedikitpun berniat mundur.

Dia hanya seorang pria bodoh yang berkata "Maukah naik ke atas kapal saya yang bahkan telah karam sebelum sempat berlayar?"



Tuhan........
Bantu saya memantapkan apa yang baik menurut kehendak-Mu.

Terakhirku Part 2

Tulisan ini dimuat di majalah An-Nida Online tanggal 14 Agustus di rubrik Cerpen Interaktif. (senangnya bisa menaklukkan Annida walau hanya dengan cerpen interaktif. Ini mengingat cerpen saya sebelumnya gagal menembus brikade Annida.Hahahah.hohoho)

Yang saya posting ini adalah  versi asli sebelum di edit sama An-nida.

Enjoyyy:)
                                                                                 ***

                                            
picture was taken from An-Nida Online


Kepalaku masih tengadah mencari jejak bintang di langit malam  ketika dua berkas sinar menyorot dari balik punggungku. Aku menoleh dan menyipitkan mata karena silau. Tiga detik kemudian berkas sinar itu padam, menyisakan sebuah sedan abu-abu pucat dan seorang pemuda yang keluar seraya membanting pintu mobil.


“Apa yang kau lakukan disini?”  Tanyanya sambil berjalan menghampiriku.


“Kau sendiri, apa yang kau lakukan disini?”


“Merenung” jawabnya singkat dan datar.


Sial. Tidak tahukah anak muda ini dia baru saja menggagalkan rencana yang sudah kupersiapkan matang-matang sejak tiga hari lalu? Batinku menggeram.


“Kau bisa memilih tebing lain untuk merenung. Kenapa harus disini? Aku minta kau tinggalkan aku sendirian!” Gertakku.


Anak muda itu rupanya tidak takut dengan gertakanku. Pun tidak takut dengan badanku yang hampir dua kali lebih besar dari badannya yang kurus dan ceking itu. Ia berjalan ke tepi tebing dan berdiri di sampingku. Matanya malah menyisir badanku yang besar berotot namun kemudian terhenti di sepanjang lengan kiriku yang ber-tato. Kini kuharap dia tahu dia sedang berhadapan dengan siapa.


“Setahun yang lalu aku sering kemari bersama Vega, mantan pacarku “ Bukannya takut dan pergi pemuda itu justru mulai berkisah. “Bintang-bintang terlihat lebih terang dari atas sini”


“Aku tidak peduli kau sering kesini atau tidak! Aku tidak peduli kau kemari dengan siapa!” Aku mulai kesal dan membentak-bentak. Aku merasa anak muda ini mengolokku. “Kalau kau tidak juga pergi sekarang, aku akan..”


“Membunuhku?” Ia menyela. “Lakukan saja. Toh sebentar lagi aku juga akan mati. Kalau tidak karena kau bunuh ya karena penyakit sialan ini”


Aku urung menggertak lagi demi mendengar kata-kata yang baru saja diucapkannya. Alih-alih mengumpat aku malah bertanya “Kau sakit?”


“Aku sedang dalam pelarian. Mungkin sebentar lagi orang-orang dari rumah sakit sadar aku tidak ada di ruangan dan mulai mencariku. Aku hanya ingin ke tempat ini untuk yang terkahir kalinya sebelum mereka menemukanku dan membawaku kembali”


Aku memperhatikan pemuda itu dengan lebih seksama. Usianya mungkin terpaut sepuluh tahun di bawahku tapi rongga matanya yang cekung dan rambutnya yang menipis membuatnya seolah-olah tampak seperti kakek-kakek enam puluh tahun.


“Oh, ini karena kemoterapi”Ia mengibaskan rambut sekenanya dengan jemari tangannya yang kurus-kurus seolah bisa membaca pikiranku. “Kanker otak”


Aku terdiam. Pemuda itu terdiam. Malam yang tadinya pekat perlahan mulai terang seiring dengan hembusan angin yang menyibakkan kumpulan awan yang sedari tadi menghalangi berkas-berkas cahaya bintang.


“Aku juga pernah berada dalam pelarian. Beberapa kali mencoba kabur dari penjara” Suaraku memecah kesunyian.


Pemuda itu malah tertawa, bukannya bergidik ngeri karena sedang berdiri di samping mantan narapidana sepertiku. “Orang sepertimu, aku tidak heran kau pernah di penjara”


Saat itu juga aku sudah akan mendaratkan bogem mentah kalau saja tidak mengingat pemuda ini sedang sekarat karena kanker otak. Kanker yang juga merenggut Bintang dariku.


“Vega selalu bilang tiap kali kami kemari, bahwa bintang-bintang membentuk gugusan yang bisa menuntun nelayan pulang kembali ke daratan saat mereka tersesat di laut”


“Apa yang terjadi pada mantan pacarmu itu? kalian putus dan kau ingin mengenangnya disini?” Tanyaku kesal membayangkan misiku malam ini mungkin saja akan berakhir dengan berdiri sampai pagi mendengarkan kisah cinta pemuda ini.


“Vega?” Ia berbalik menatapku. “Kami baik-baik saja. Aku meminangnya setahun lalu dan dua bulan lagi dia akan melahirkan anak pertama kami”


“Dia istri dan calon ibu yang sempurna untuk anak kami kelak” Pemuda itu kembali bertutur. Kali ini dengan suara yang agak parau. Jelas sekali ia berusaha keras menjaga agar emosinya tidak meluap. 

“Aku yakin dia akan baik-baik saja tanpaku.”


“Setiap hari aku hidup dengan harapan masih ada satu hari lagi yang Tuhan sediakan untukku. Satu hari lagi Tuhan. Lalu aku mulai mengharapkan Tuhan memberiku satu minggu, satu bulan, atau setidaknya sampai bayiku lahir. Lalu vonis itu datang. mereka bilang waktuku tidak lebih dari satu bulan lagi. 

Siapa mereka berhak memvonis umurku?”


Mata pemuda itu mencengkram mataku. Genangan air yang menggantung di pelupuknya tidak mengahalangi ketajaman sinar matanya menembus sukmaku. Mencabik-cabik batinku. Menyoyak-nyoyak jiwaku yang mati terkubur tiga hari lalu bersama jasad Bintang. Aku tidak percaya sorot setajam pisau bisa keluar dari mata sayu dan cekung itu. Seolah ia sedang menghakimiku atas perbuatan yang akan aku lakukan.


Siapa kau berhak memvonis umurmu?


Aku megalihkan pandangan segara dari sorotan tajam mata pemuda itu sebelum ia menghakimiku habis-habisan. Ia melanjutkan kembali kisahnya tentang bagaimana ia pertama kali bertemu Vega, tentang bagaimana Vega tetap setia mendampingi di tengah penyakitnya yang mengganas, tentang kesempatan-kesempatan yang seolah tidak Tuhan berikan kepadanya.


Sementara itu aku memilih mengedarkan pandangan ke sekelilingku dibanding harus menatap kembali mata pemuda itu. Tempat ini, tebing ini. Bukan pemuda itu saja yang punya banyak kenangan di sini. (Bersambung)
           

                                                                               ***
           
Kenapa ini Part 2 dan dimana part 1 nya lalu bagaimana part 3 nya? semua bisa saudara-saudara sekalian baca di annida-online.com 
           

Thursday, May 9, 2013

simple written : ini tentang cita-cita, cinta dan imajinasi

mungkin ini akan jadi tulisan pertama yang saya tulis di bulan mei, menggunakan samsung galaxi tab (agak pamer.hehehh) dan tanpa satu pun gambar.

banyak yang ingin saya tuliskan tapi beruhubung maghrib sebentar lagi habis dan saya belum solat dan nulis blog pake tab ternyata susah (ngeles aja terus) jadinya saya akan coba menguraikannya dengan singkat,padat dan semoga jelas.

1. cita-cita.
saya sama sekali tidak pernah bercita-cita jadi banker. Dulu cita-cita saya jadi dokter berikutnya jadi industrial engineer,eh sekarang malah nyasar jadi banker. Berhubung saya sudah dan sedang menjalani ikatan dinas selama 4 tahun di salah satu bank BUMN dan kena denda dengan jumlah yang jika seluruh gaji saya selama 4 tahun dikimpulkan pun tidak akan mampu dibayar jika saya resign,maka baiklah saya akan menjalani semua ini dengan penuh kesabaran. Setelah 4 tahun ini berakhir, saya tahu saya ingin jadi apa. PENULIS!

2. Cinta
-----
(saya akan melewatkan bagian ini. lalu kenapa ada di judul? ya tidak mengapa. biar judulnya agak panjang saja. hahah)

3. Imajinasi
Beberpa sahabat saya adalah orang-orang dengan daya imajinasi yang luar biasa. Beberapa telah saya ceritakan di note fb. Kali ini saya ingin menceritakan tentang Kunca. Sahabat saya yang juga memiliki daya imajinasi yang kerap memnuat lidah saya berdecak kagum. silahkan baca kisah hidupnya di beautifulsunflo.blogspot.com dan lihat bagaimana caranya menyalurkan sebagian kecil imajinasinya di k-lovelycraft.blogspot.com. Kenapa sebagian kecil? sebab sebagian lainnya dia salurkan lewat tulisan cerpen dan cerbungnya, lewat jahitan bajunya, lewat ramuan bedak alamimya. Dia punya tangan yang multi fungsi. Dan semua yang dihasilkan lewat tangannya bisa jadi duit.hahah
Kunca sangat idealis dan saya bangga padanya. Iya adalah perwujudan nyata dari seluruh pemberontakan dalam diri saya. Pemberontakan terhadap kekolotan cara berpikir pendidik-pendidik kita. Pemberontakan terhadap pandangan masyarakat umum di sekitar kita. Segala pemberontakan yang tidak bisa saya suarakan dan hanya saya pendam. Untuk semua itu saya bangga mengenal dia.

Terus berkarya Kunca. Teruslah berimajinasi. Jangan terhalang dinding-dinding gedung kantor dan paradigma yang mematikan kreativitas. Ayoo...jayalah para pengguna otak kanan. (kenapa malah jadi orasi?)

Thursday, April 18, 2013

Lihaga : Sepenggal Surga di Bumi Kawanua

Ngeblog Lagi....

Curi-curi waktu di sebelum OTS (On The Spot. Salah satu kegiatan wajib yang harus saya lakukan terkait dengan pekerjaan saya di salah satu BUMN ini).

Kali ini saya ingin memposting tentang perbolangan saya selanjutnya di Pulau Lihaga pada tanggal 12 Maret kemarin. 12 Maret itu tanggal merah, jadi kantor libur dan saya memutuskan untuk ikut rombongan Backpacker Manado jalan-jalan ke Lihaga. hehehhe.

Setelah liburan ke gunung seperti postingan saya sebelumnya, pulau adalah ide yang baguss!

Dimanakah Lihaga itu? Mari kita sama-sama lihat di peta.


Picture was taken from Google Map

Lihaga adalah sebuah pulau kecil di Minahasa Utara. Untuk mencapainya kita harus berkendara kurang lebih 2 jam dari Manado menuju Likupang. Dari Likupang barulah kita melanjutkan perjalanan dengan perahu motor menuju pulau Lihaga. Perjalanan dengan perahu motor ditempuh kurang lebih 1 jam.


Detik-detik sebelum keberangkatan dengan Kapal

Berhubung saat itu air laut sedang surut, jadi kami (saya dan rombongan backpacker) harus berjalan lumayan jauh dari garis pantai untuk mencapai kapal kami.

Bersama Hapsah di dalam perahu motor

Pulau Lihaga tampak di kejauhan


Inilah yang saya sebut sepenggal surga

Hapsah sangat excited saat akan merapat di pulau

Perahu motor kami bersandar.

This is it sodara-sodara :D

Welcome to the island

Wednesday, April 17, 2013

Bukit Kasih

Holaaaa...


Lama tidak nge-blog!! hehehhe. Berhubung saya sibuk (sibuk menurunkan berat badan yang nyaris menyentuh angka 60!):D

Sebenanrnya lama ingin memposting ini. Ini adalah saat teman sekelas saya waktu kuliah di makassar dulu, Dwi Indriyani" tiba-tiba datang ke Manado tanpa tujuan yang jelas bulan Maret kemarin. heheheh. Jadinya, daripada dia planga plongo nggak jelas, pada tanggal 9 Maret kemarin saya memutuskan untuk membawanya jalan-jalan ke salah satu spot yang wajib dikunjungi kalo bapak dan ibu sekalian ke manado. hehehe..

Nama tempatnya adalah BUKIT KASIH. Dimanakah itu? mari kita lihat bersama-sama di peta.

Picture Was taken from here

Bukit Kasih ini terletak sekitar 50 km arah selatan Manado, tepatnya di desa Kanonang, kabupaten Minahasa. Dengan menggunakan mobil, perjalanan dari Mando ke tempat tersebut dapat ditempuh dengan waktu kurang lebih 2 jam.

Begitu tiba di tempat tersebut kesan awal yang terasa adalah sejuk, adem, asri. Bukit Kasih merupakan wisata alam berupa gunung dengan beratus anak tangga (ada yang bilang jumlah anak tangganya 1001) yang dapat ditapaki satu persatu untuk tiba di puncak gunungnya. Di bukit kasih ini terdapat miniatur bangunan tempat ibadah dari  5 agama di Indonesia sekaligus merupakan simbol kerukunan umat beragama di Manado.


Awal pendakian kami. Dari kiri ke kanan : Indri, Hapsah, Nina

Nah, sebelum melakukan pendakian, pengunjung akan diminta untuk mengisi buku tamu dan sumbangan se ikhlasnya untuk biaya perawatn dan kebersihan tempat wisata ini. Disini, pengunjungpun dapat memutuskan apakah akan memakai guide atau mendaki sendiri. berhubung kami baru pertama kali menginjakkan kaki disini jadilah kami memutuskan untuk memakai guide. 

Bau belerang semerbak di sekitaran kawasan wisata ini.

Ratusan anak tangga yang telah ditapaki.
Dari Kiri ke kanan : Gaby (Tour Guide kami), Hapsah, Jo, Indri