Tuesday, April 5, 2016

Say No To Comfort Zone


Pernah merasakan sangat nyaman berada pada suatu kondisi? Perasaan tentram yang cenderung kepada rasa malas? Biasanya, jika melakukan kegiatan yang sama berulang-ulang dalam jangka waktu yang lama kita cenderung merasa nyaman karena telah terbiasa. Itulah yang kemudian dikenal dengan istilah beken "Comfort Zone".

Gambar dari Google



Sebelum berbicara lebih jauh tentang mengapa comfort zone ini sebaiknya dihindari, mari saya beri sedikit analogi. Tidak ada air yang jernih dalam genangan. Tidak ada udara yang segar dalam ruang tertutup. Air yang jernih didapat dari aliran, udara yang bersih didapat dari sirkulasi. Semoga sudah paham ya analoginya. 

Nah, sekarang kita kembali ke comfort zone. Sebagian besar orang merasa betah berlama-lama pada comfort zone. Tidak sadarkah kita kondisi tersebutlah yang justru mematikan? Mematikan dalam pengertian yang paling lugas sekalipun. Comfort zone atau zona nyaman membuat kita enggan berimprovisasi, enggan bergerak, enggan berupaya, enggan mencari tahu lebih jauh. 

Di perusahaan saya, seorang karyawan yang sudah lebih dari 3 tahun berada pada posisi yang sama dan mengerjakan job desk yang sama dianjurkan untuk dirotasi, dimutasi atau dipromosi karena dianggap telah expert pada bidangnya dan dikhawatirkan akan  melakukan tindakan-tindakan yang merugikan perusahaan. Ya benar! Seorang karyawan yang berada di bidang kerja yang sama lebih dari 3 tahun dianggap telah sangat menguasai pekerjaannya, termasuk tricky-tricky untuk mangkir dari tanggubgjawabnya tersebut (karena sudah mengetahui dengan baik seluk beluk pekerjaannya).

Selain dianggap merugikan perusahaan, karyawan tersebut juga dianggap tidak ada usaha untuk melakukan pengembangan diri, keinginan belajar kecil, motivasi bekerja minim. Untuk itu penting menjaga seorang karyawan tidak terlalu lama berada di zona nyaman agar dia senantiasa bergerak, berkembang serta melakukan perbaikan-perbaikan.

Apa yang dilakukan oleh perusahaan saya,ada baiknya juga diterapkan rutinitas sehari-hari. Sejatinya manusia adalah makhluk pembelajar, maka apa sebutan untuk makhluk yang sudah berhenti belajar? 

Berada di zona nyaman boleh saja. Sudah kodrati jika kita cenderung menghindari hal-hal yang tidak mengenakkan. Namun berada di zona nyaman terlalu lama akan mengikis kepekaan kita perlahan-lahan. Tanpa disadari kita jauh tertinggal karena dunia terus berputar dan manusia lain terus bergerak. Jika terbuai pada zona nyaman, yakin saja kita pasti tertinggal.

Menghindari zona nyaman di kehidupan sehari-hari mudah saja. Terapkan target-target kecil yang harus dipatuhi seperti 1 minggu harus membaca 1 buah buku, 1 hari harus posting 1 tulisan, 1 bulan harus menyisihkan uang Rp. 500.000,- . Berikan diri kita reward jika berhasil mencapai target, berikan punishment jika kita tidak memenuhi target. Bulan depannya terapkan target baru yang lebih menantang. 

Dengan adanya target kita akan terus melakukan perbaikan, akan terus belajar, akan terus bergerak dan termotivasi. 

Jangan mau hidup di zona nyaman. Karena zona nyaman hanyalah fatamorgana yang membuat kita jadi malas.

2 comments:

  1. kebijakan perusahaannya bagus mbak. dan terima kasih utk tips keluar dari zona nyamannya ^^

    ReplyDelete
  2. Betul, terimakasih juga Mba ilmunya.

    ReplyDelete