Thursday, January 14, 2016

Ayah

Taksi yang membawaku dari bandara Sam Ratulangi merapat di salah satu rumah di depan Mall Mega Mas. Aku memastikan kembali alamat yang tertera di kertas yang kupegang sebelum membayar dan turun dari taksi tersebut. Memang benar ini alamatnya.

Aku memandang jejeran rumah yang serupa satu sama lain. Rumput jepang tumbuh seperti permadani menghiasi pekarangan. Beberapa pohon yang tumbuh di halaman depan rumah meredam panasnya Kota Manado siang ini. Aku mendorong pagar salah satu rumah,lalu menantapkan langkah mendekati pintu. Sedetik aku berharap tidak ada orang di rumah itu, detik berikutnya aku mengutuki diriku yang entah kenapa sekarang berada di sini. Jariku memencet bel rumah di luar kendali. Satu kali. Dua kali.

Aku mendengar bunyi langkah dari dalam rumah mendekati pintu. Sebelum aku memutuskan untuk lebih baik berbalik saja dan pergi dari sini, pintu itu terlanjur terbuka. 

Aku mematung. Wanita usia akhir empat puluhan berdiri menatapku. Wajah cantiknya tidak bisa menyembunyikan ekspresi kekagetan. Sedetik kemudian matanya berkaca-kaca, mataku juga.

Aku menghambur ke dalam pelukannya. Menangis sejadinya. Aku berharap air mata ini dapat menwar rindu Yang kupendam selama 25 tahun. Aku berharap pelukan ini dapat meredam segala marah dan kecewa yang menjadi momok bagiku. Awalnya ia terkejut, namun kemudian kurasakan hangat tangannya perlahan membelai rambutku. Memelukku.

Aku merasakan hangat tubuhnya. Aku merasakan silikon yang menempel di dadanya, aku merasakan setiap senti tubuhnya yang telah tersayat pisau bedah yang- entah bagaimana- membuatnya kini tampak seperti sekarang. Cantik.

"Ayah..." Aku membisikkan itu di sela-sela tangisku. "Aku rindu"

#OneDayOnePost
#HariKeempat

12 comments:

  1. Aiiih,kecele kirain yg bukain pintu mamah tiri nya,eh ternyataaaaa
    Hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahahah...jangan mama tiri ah..kejamm.

      Delete
  2. Replies
    1. Terimakasih mbak laily sudah sudi mampir..

      Delete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  4. Aciaahhh...tulisannya keren banget, Mbak. Piligan katanya mak nyesss

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbak aisy.. Saya suka juga tulisan2 nya mbak. Tapi saya bingung komennya bagaimana. Kalau saya komen ko' yg teepoat akun fb saya ya bukannya akun blogspot?

      Delete